Tanah PP di Kalimalang untuk Jembatan & Akses ke Bekasi

JAKARTA – Cadangan lahan yang dimiliki oleh PT Pembangunan Perumahan Tbk (PT PP) hingga saat ini mencapai 40 hektare (ha). Lahan tersebut rencananya akan digunakan untuk mendirikan beberapa proyek perusahaan.

“Paling besar di Kalimalang dan di Semarang,” kata Direktur EPC & Pengembangan Bisnis PTPP di kantornya, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Rabu (13/11/2013).

Adapun lahan di Kalimalang tercatat seluas 24,8 ha saat ini sudah dilakukan pembangunan jembatan. Hal itu dilakukan sebagai akses ke lokasi Grand Kamala Lagoon Bekasi

“Lalu di Tanjung Duren dengan luas 4,1 ha, di Mayjen Sukono, Surabaya 3,5 ha malah di sana sudah jualan satu tower laku 15 persen per September ini. Dan sisanya di Semarang sisa 10 ha akan dibuat apartemen hunian high end dan sport center serta fasilitas lain,” papar Harry.

Sepanjang tahun ini, perseroan telah melaksanakan beberapa aksi korporasi. Di antaranya, pembentukan anak usaha baru dengan melakukan akuisisi PT PP Dirganeka yang bergerak di bidang pracetak dan spin off Divisi Properti PT PP pada Oktober lalu.

“Untuk laba PP properti diperkirakan Rp50 miliar. Karena pertumbuhan properti sudah 50 persen, jadi target laba kita sebesar Rp200 miliar di 2015, dan tahun depan Rp70 miliar. Dan untuk kontribusi PP Properti ini ditargetkan meningkat 15 persen, yang saat ini hanya 3,5 persen,” pungkasnya. (nia)

Bank Tanah Melimpah, PP Kembangkan 3 Proyek Besar

JAKARTA, KOMPAS.com – Melimpahnya bank tanah yang dimiliki PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk di tengah kota, menstimulasi perseroan ini mengembangkan tiga proyek komersial sekaligus yakni Grand Kamala Lagoon, Bekasi, Grand Sungkono Lagoon, Surabaya, dan satu lainnya di Tanjung Duren, Jakarta Barat, melalui PP Properti.

PT PP memiliki land bank sekitar 40 hektar. Sekitar 24,8 hektar di antaranya berada di Kalimalang, Bekasi.

Direktur Pemasaran PT Pembangunan Perumahan Tbk (PT PP) I Wayan Karioka mengungkapkan pengembangan kedua proyek tersebut merupakan realisasi strategis perseroan setelah pelaksanaan spin off  Divisi Properti PP pada Oktober lalu.

“Kami berharap besar pada pilar bisnis properti. Tahun depan pendapatan dan laba bersih berasal dari PP properti. Lahirnya proyek-proyek baru di segmen bangunan gedung diharapkan mampu menggenjot pendapatan secara keseluruhan,” ujar Karioka kepada Kompas.com, Rabu (13/11/2013).

Sebagai catatan, lima pilar bisnis yang digeluti oleh PT PP adalah konstruksi, properti, EPC, investasi, dan pracetak.

Corporate Secretary PT PP Taufik Hidayat mengakui, sektor konstruksi masih mendominasi pemasukan bagi perusahaan. Untuk itu, untuk menyelaraskan semua pilar, pilar properti akan digenjot kinerjanya semaksimal mungkin.

Grand Kamala Lagoon menempati land bank di area Kalimalang, Bekasi. Selain pengembangan multifungsi ini, PP juga akan membangun jembatan Kalimalang sebagai akses ke Grand Kamala Lagoon. Untuk Grand Kamala Lagoon, PP menyiapkan dana sebesar Rp 200 miliar.

Sementara untuk Grand Sungkono Lagoon, kebutuhan dana pengembangan tahap I mencapai Rp 150 miliar. Proyek ini seluas 3,4 hektar, berlokasi di Jl Mayjend Sungkono, Surabaya Barat. Serupa dengan proyek mereka di Bekasi, Grand Sungkono Lagoon merupakan proyek multifungsi yang terdiri atas apartemen, pusat belanja dan perkantoran.

Sedangkan proyek komersial lainnya di Tanjung Duren, jakarta Barat, diproyeksikan menelan biaya sekitar Rp 150 miliar untuk tahap awal.

PT PP Garap Proyek Tomy Winata

TEMPO.CO, JakartaPerusahaan pelat merah Konstruksi PT PP (Persero) Tbk mengumumkan telah menerima proyek pembangunan gedung AGP Square di Dili, Timor Leste, dari taipan Tommy Winata. Sekertaris Perusahaan PT PP Taufik Hidayat mengatakan ground breaking telah dilaksanakan pada 16 November lalu.

Acara tersebut dihadiri Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, Menteri Perhubungan dan Menteri Pertahanan Timor Leste, Tommy Winata serta Direktur Utama PT PP Bambang Triwibowo. “Keseluruhan nilai proyek diperkirakan di atas Rp 1 triliun dengan dua tahun masa pelaksanaan pembangunan,” kata dia dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, 18 November 2013.

Proyek dibangun di atas lahan 15 ribu meter persegi dengan luas bangunan 56 ribu meter persegi dan ketinggian 26 lantai. AGP Square diklaim sebagai gedung tertinggi di Timor Leste. Gedung ini memiliki konsep sebagai ikon di kawasan elite di Kota Dili yang menyediakan fasilitas mal, perkantoran, apartemen, dan hotel di negara Timor Leste. Dengan adanya gedung ini, nantinya diharapkan para pekerja asing dan warga Timor Leste yang selama ini pergi keluar negeri untuk berakhir pekan tidak perlu lagi ke luar negeri.

Hingga Oktober 2013, PT PP telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp 13,93 triliun. Dengan perolehan kontrak baru ini, maka order book perseroan hingga Oktober 2013 mencapai Rp 29,8 triliun, termasuk carry over sebesar Rp 15,87 triliun.

Tahun ini perseroan memproyeksikan pendapatan usaha sebesar Rp 12,3 triliun. Pendapatan usaha ini berasal dari 5 (lima) pilar bisnis yang digeluti, yakni konstruksi, properti, engineering procurement and construction (EPC), investasi dan pracetak.

Tahun ini perseroan juga telah merealisasi pembentukan anak usaha baru dengan melakukan akuisisi PT PP Dirganeka yang bergerak di bidang pracetak dan pelaksanaan spin off divisi properti pada bulan Oktober lalu. Setelah melakukan spin off, PT PP Properti akan segera melakukan beberapa pengembangan baru berskala besar seperti Grand Kamala Lagoon, Grand Sungkono Lagoon, dan lainnya. Dalam waktu dekat PP Properti akan membangun jembatan Kalimalang sebagai akses ke lokasi Grand Kamala Lagoon Bekasi.

ANANDA PUTRI